● online
Padepokan Inti Semesta Jasa Spiritual Terbaik & Terpercaya
Dari Jumenengan ke-13 SISKS PB XII di Keraton Kasunanan Surakarta, Sinuhun Menangis dengar Gendhing Bedaya Ketawang
Sabtu (22/4) merupakan hari istimewa bagi keraton Kasunanan Surakarta. Meski keraton yang merupakan penerus dari dinasti Mataram Islam ini ditimpa kemelut, tetapi hal ini tidak membuat pelaksanaan jumenengan atau peringatan naik tahta raja yang saat ini berkuasa terganggu. Dengan pengawalan ketat ratusan anggota kepolisian, acara sakral yang hanya digelar satu kali dalam satu tahun ini tetap berlangsung. Bagaimana prosesinya?
Jumenengan merupakan peringatan kenaikan tahta seorang raja yang berkuasa di sebuah kerajaan. Dalam pelaksanaannya jumenengan ini menggunakan sistem penanggalan Jawa. Di Keraton Kasunanan Surakarta peringatan kenaikan tahta seorang raja dilakukan setiap tanggal Jawa 25 Rejeb. Hal ini dikarenakan Sinuhun Paku Buwana XIII, raja yang saat ini berkuasa diKeraton Kasunanan Surakarta dinobatkan sebagai penerus dari Sinuhun Paku Buwana XII, ayahnya pada 25 Rejeb empat tahun yang lalu.
Peringatan naik tahtanya Sinuhun Paku Buwana XIII yang kembali dilangsungkan pada Sabtu (22/4) terbilang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebab pada peringatan kali ini jumenengan dilangsungkan di tempat yang berbeda dengan jumenengan empat tahun yang lalu. Jika empat tahun yang lalu jumenengan selalu dilangsungkan di Sasana narendra, tempat tinggal raja. Kali ini jumenengan dilangsungkan di Sasana Sewaka, tempat jumenengan harusnya dilangsungkan. Secara keseluruhan jumenengan berlangsung lancar dan khidmat. ratusan orang berpakaian khas Jawa gagrag Solo dengan berhiaskan samir berwarna kuning semenjak pagi memasuki Kamandoengan untuk selanjutnya bergegas menuju Sasana Sewaka. Terhitung ratusan orang yang terdiri dari abdi dalem, keluarga keraton dan pejabat negara mengikuti gelaran jumenengan Sinuhun Pakubuwana XIII yang ke-13. Pada prosesi tersebut nampak pula petinggi Lembaga Dewan Adat yang selama ini terlibat perseteruan dengan Sinuhun Paku Buwana XIII.
Beberapa diantaranya adalah GKRay Koes Indriyah, GKRay Isbandiyah serta GKR Galuh Kencana. Selain itu, hadir pula KGPH Puger yang pernah diangkat oleh Lembaga Dewan Adat sebagai pelaksana tugas raja. Juru bicara panitia Tingalan Jumenengan. KP Bambang Pradoponagoro menyebut kedatangan petinggi Lembaga Dewan Adat tersebut merupakan sinyal positif untuk kedamaian dalam keraton. “Proses rekonsiliasi di dalam keraton semakin menunjukkan perkembangan positif” katanya. Selama tiga tahun terakhir, masing-masing kubu di keraton menggelar upacara Tingalan Jumenengan. Kubu Paku Buwana menggelar acara itu di kediamannya. Sedangkan kubu Lembaga Dewan Adat menggelar acara serupa di dalam keraton.
“Sedangkan saat ini upacara bisa menjadi satu,” kata Bambang. Dia berharap, upacara serupa juga bisa terlaksana dengan baik di masa-masa mendatang. Sementara itu KGPH Puger mengelak bahwa dia merupakan bagian dari Lembaga Dewan Adat, “Jangan salah persepsi, saya bukan anggota lembaga tersebut,” katanya.
Menurutnya, dia hadir dalam acara itu sebagai keluarga inti kelurga keraton. “Meski banyak juga yang tidak hadir,” katanya. Ketidakhadiran beberapa keluarga inti itu menurutnya bukan lantaran dampak konflik dalam keraton. “Hari ini susah cari tiket pesawat,” katanya. KGPH Puger berharap kegiatan Tingalan Jumenengan itu menjadi pintu masuk perdamaian para kerabat keluarga keraton. “Setelah ini akan ada penataankeraton,” katanya. Dia mengaku ikut dilibatkan dalam proses penataan pascakonflik itu. Demi menjaga keamanan berlangsungnya jumenengan, pihak kepolisian melakukan pemeriksaan menditail terhadap ratusan tamu yang hadir. bahkan, saat itu tamu diharuskan melewati metal detektor untuk memeriksa barang bawaannya. Selain para abdi dalem, senatana, dan pejabat keraton, pada saat itu nampak pula tokoh-tokoh penting seperti menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah dan Ibunda Presiden Joko Widodo, Sudjiatmi Notomiharjo.
Jumenengan Sinuhun paku Buwana XIII yang ke-13 ini terasa semakin berbeda dengan tahun yang lalu. Sebab di Jumenengan yang ke-13 ini, Sinuhun Paku Buwana XIII kembali bisa menyaksikan tarian bedaya ketawang yang merupakan tarian sakral milik keraton kasunanan Surakarta. Menurut mitos, dalam setiap gelaran tarian ini Kanjeng Ratu Laut Selatan tururt hadir juntuk menyaksikan prosesi jumenengan. Jika dihitung sudah empat tahun Sinuhun Paku Buwana tidak menyaksikan tarian sakral ini. Hal ini terjadi karena selama empat tahun berturut-turut akibat adanya perseteruan jumenengan dilakukan di dua tempat berbeda. Dan karena tarian ini hanya ditarikan di Sasana Sewaka membuat Sinuhun Paku Buwana XIII tidak dapat menyaksikannya karena Sinuhun menggelar jumenengan sendiri di Sasana Narendra, kediamannya. Ada rasa haru yang tidak terkira dirasakan oleh Sinuhun Paku Buwana XIII saat kembali menyaksikan tarian sakral ini. Terlihat saat tarian sakral ini dibawakan oleh penari wanita sejumlah sembilan orang yang masih perawan ini, Sinuhun Paku BUwana XIII nampak berulang kali menghapus air matanya yang membasahi pipinya. Tentang keharusan yang dirasakan oleh Sinuhun disampaikan oleh keponakan raja Keraton Solo, KPH Suryokumolo, saat ditemui wartawan usai acara. “Saya lihat, Sinuhun (PB XIII) menangis saat gending (gamelan) pertama (tari) Bedhaya Ketawang dibunyikan,” ujarnya.
Beberapa kali, memang terlihat PB XIII mengusap air mata dengan tisu. Diungkapkan Suryo, tisu tersebut adalah pemberian KGPHPA Tedjowulan yang juga turut menyaksikan PB XIII menangis haru. “Beberapa kali Gusti Tedjo (Tedjowulan) memberi tisu saat melihat Sinuhun menangis,” katanya. Suryo mengatakan, ekspresi menangisnya PB XIII dikarenakan merasa terharu setelah empat tahun tidak merasakan momen seperti yang terjadi hari ini. Pasalnya, sejak 2013, jumenengan diadakan terpisah di dua tempat. Yakni jumenengan PB XIII di kediaman Sasana Narendra tanpa Bedhaya Ketawang di Sasana Sewaka tanpa sang raja. “Yang dirasakan Sinuhun seperti kehilangan sesuatu dan mendapatkan lagi setelah sekian lama tak merasakan,” ucap dia menambahkan. Adapun, Humas Jumenengan, KP Bambang Ari Pradotonagoro, mengatakan hal sama, Jumenengan ke-13 PB XIII pada Sabtu ini dianggap memiliki sejarah tersendiri karena diadakan lengkap dengan Bedhaya Ketawang. Bambang juga mengakui jika dalam jumenengan kali ini, PB XIII merasa terharu dan senang berlangsungnya karena bisa menyaksikan kembali dan melaksanakan jumenengan secara utuh dan lengkap dengan tarian sakral. “Sinuhun (PB XIII) terharu tadi saat lengah (duduk) di Dampar Kencana (singgasana),” ungkapnya.
Terlihat beberapa kali PB XIII memang sering mengusap mata saat Bedhaya Ketawang ditarikan oleh sembilan penari di hadapannya. Dikatakan Bambang, momen ini adalah sejarah dan diharapkan membawa kabar baik berlangsungnya Keraton Solo di masa yang akan datang. Meski demikian tarian sakral yang dibawakan oleh sembilan penari ini lebih cepat. Biasanya tarian dimainkan selama 90 menit. Namun kali ini tarian Bedhaya Ketawang tersebut hanya dilangsungkan selama 30 menit. Pemendekan durasi tarian ini dikarenakan mempertimbangkan kondisi Sinuhun. Tarian sakral yang diiringi dengan Gendhing Ketawang Gede itu dimulai sekitar pukul 11.06 WIB. Saat tarian itu digelar Sinuhun Paku Buwana XIII Hangabehi, nampak duduk di singgasana bernama Dampar Kencana. Pertunjukan tarian tersebut berlangsung sekitar setengah jam, selesai pukul 11.36 WIB, menurut Humas Jumenengan, KP Bambang Ari Pradotonagoro, panitia memutuskan durasi tarian hanya 30 menit. “Yang namanya Bedhaya Ketawang ada tiga bagian, perbagian 30 menit, estimasi menari 1.5 jam. Keputusan agar tari hanya 30 menit untuk menjaga kondisi beliau (PB XIII).
KP Bambang Ari Pradotonagoro menampik jika saat jumenengan berlangsung kondisi Sinuhun sedang tidak dalam keadaan tidak sehat. Menurutnya, pemendekan durasi itu dilakukan karena ada kemungkinan Sinuhun kecapekan karena padatnya ritual menjelang jumenengan. “Bukannya sakit, tapi selama tiga hari padat melakukan ritual jumenengan,” tambah Bambang. Adapun sebelumnya, selama bertahun-tahun, tari Bedhaya Ketawang selalu dibawakan selama sekitar dua jam. “Semua tergantung dawuh (Perintah) Sinuhun”tambahnya lagi.
Posmo
Punya masalah hidup yang tak kunjung selesai? Temukan solusinya bersama Spiritualis Kondang Pangeran Sukma Jati (Ki Sukma – Sobat Mistis Trans 7)
PRAKTEK DI 3 KOTA
Jakarta
Jl. Mampang Prapatan Raya, Jakarta Selatan
Gedung Graha Krama Yudha
Untuk pendaftaran silahkan buat appointment (janji) via nomor Hp di bawah ini.
Jam praktek: Pk. 09.00 s.d 17.00 WIB
Bandung (Pusat)
Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jl. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 09.00 s.d 17.00 WIB
Untuk pendaftaran silahkan buat appointment (janji) via nomor Hp di bawah ini.
Banten
Jl. Ki Mudakkir, Link. Cigading, Cilegon – Banten.
Untuk pendaftaran silahkan buat appointment (janji) via nomor Hp di bawah ini.
Tlp/ Hp. 081296609372 (WhatssApp dan Telegram) dan 081910095431 (WhatsApp)
Tags: Bandung, bedaya, Cimahi, dengar, dennycagur, gendhing, inti, Jakarta, Jati, jumenengan, kasunanan, ke13, Keraton, ketawang, kisukma, menangis, padepokan, Pangeran, Paranormal, parongpong, Placesetan, praktek, semesta, sinuhun, siskspbxiii, Spiritual, Sukma, Supranatural, surakarta
Diposting oleh Ki Sukma
Pangeran Sukma Jati Azmatkhan atau yang biasa dipanggil Ki Sukma adalah Pendiri sekaligus Guru Besar Padepokan Inti Semesta yang berlokasi di Bandung. Padepokan tersebut mengajarkan Ilmu Hikmah Spiritual dan Pencak Silat & Debus aliran Banten.
Dari Jumenengan ke-13 SISKS PB XII di Keraton Kasunanan Surakarta, Sinuhun Menangis dengar Gendhing Bedaya Ketawang
Menurut tradisi esoteric India, tubuh eterik (psikis) manusia terdiri atas Cakra dan Nadi. Cakra merupakan gerbang energi eterik manusia yang... selengkapnya
Di negara kita, perayaan maulid Nabi Muhammad SAW sudah menjadi rutinitas tajunan. Hampir seluruh lapisan masyarakat Islam memperingatinya, mulai dari... selengkapnya
Setiap Kesatuan Taici Memiliki Dua “Muka” yang disebut Yin dan Yang Zaman dahulu kala suatu masyarakat menginginkan hidup yang sehat,... selengkapnya
Padepokan Inti Semesta Adakan Gemblengan Silat Tenaga Dalam dan Bela Diri Setiap Minggu Ikuti Latihan Rutin Mingguan – Jurus Tenaga... selengkapnya
Apa itu Spiritual? Spiritual atau spiritualitas berasal dari kata ‘spirit’ yang berarti jiwa. Spiritualitas adalah pengalaman manusia secara umum dari... selengkapnya
Menerawang Pancaran Aura Syahrini dan Reino Usai Pernikahan Aura Istimewa Mereka Memicu “Godaan” Awal Pernikahan Reino Barack dan Syahrini telah... selengkapnya
Asal-usul Seputar Ritual Nyeleneh Gunung Kemukus Seiring dengan perjanalanan waktu adegan-adegan semacam itu memang sulit untuk ditemukan di kawasan gunung... selengkapnya
Tidak ada setetes air hujan yang turun atau membasahi bumi ini kecuali atas kehendak Allah SWT. Ia merupakan rahmat Allah... selengkapnya
Penemuan Ratusan Kepeng Logam Cina Kuno di Sidoarjo Diperkirakan Peninggalan Dinasti Ming dan Ching Warga Sidoarjo dihebohkan dengan penemuan ratusan... selengkapnya
Lompat Batu atau biasa disebut Hombo Batu merupakan tradisi khas Nias, dan yang boleh melakukannya adalah laki-laki, yang merupakan salah... selengkapnya
Gemblengan Ilmu Komunikasi Ghaib & Telepati Ilmu Komunikasi Ghaib adalah ilmu Hikmah tingkat tinggi yang berfungsi untuk berkomunikasi dengan Mahluk… selengkapnya
Rp 4.000.000Azimat Pelaris untuk Pelarisan Dagangan, Jualan, Usaha Produk dan Jasa Berjualan adalah salah satu cara mengais rezeki, dan tergolong jenis… selengkapnya
Rp 1.500.000Jasa Tarot Reading (Prediksi Tarot) Tarot adalah media berbentuk kartu yang digunakan untuk memprediksi/ membaca situasi/ kemungkinan suatu hal dalam… selengkapnya
Rp 750.000Mustika Ilmu Laduni adalah mustika hasil ritual dan riyadoh dengan lmu hikmah tingkat tinggi khususnya ilmu laduni. Mustika ini secara… selengkapnya
Rp 1.000.000Ilmu Pemusnah Sihir dan Santet adalah Ilmu yang berfungsi untuk menghancurkan dan mengobati sihir, santet, teluh, guna-guna baik yang baru… selengkapnya
Rp 2.500.000Khusus bagi Anda yang ingin memiliki pegangan azimat dalam bentuk Cincin, Liontine, Keris, Wafak, Minyak, Asma’ dan Saputangan. atau ingin… selengkapnya
Rp 1.500.000Kami memberikan pelatihan hipnotis dengan teknik Modern dan Tradisional. Teknik modern disebut juga Western Hypnosis yaitu bebas dari unsur mistic… selengkapnya
Rp 3.000.000GARAM KRISTAL PEMANCAR AURA +Pemrograman Energi Shamballa Garam khusus mandi yang diprogram untuk memperbaiki dan memancarkan aura agar bersih dan… selengkapnya
Rp 300.000Gelang Giok Kesehatan Berenergi Reiki Giok kesehatan terbuat dari batu giok asli dan terbaik, berwarna hijau dengan tampilan menarik dan… selengkapnya
Rp 300.000Dikisahkan saat zaman kerajaan Pajajaran, Prabu Siliwangi sebagai Raja mengalami Moksa (Menghilang secara ghoib) di sebuah hutan yang berada di… selengkapnya
Rp 2.600.000








Saat ini belum tersedia komentar.