● online
Padepokan Inti Semesta Jasa Spiritual Terbaik & Terpercaya
Kisah Koalisi Jawara – Kiai di Era Revolusi Fisik
Kisah Koalisi Jawara – Kiai di Era Revolusi Fisik
Meski kemerdekaan RI telah diproklamasikan pada 17 Agustus 1945, tetapi bukan berarti membuat para pendiri bangsa dan segenap pejuang kemerdekaan bersantai. Para pejuang, pemuda, tokoh-tokoh pergerakan dan seluruh rakyat Indonesia masih bersiaga penuh untuk berjaga-jaga atas timbulnya upaya-upaya yang dilakukan pihak penjajah baik itu dari pihak Belanda maupun pihak Jepang yang ingin menggembosi kemerdekaan Indonesia.
Mereka melakukan hal ini bukan karena ingin menduduki jabatan tertentu. Apa yang dilakukan oleh mereka dilandasi atas keikhlasan penuh. Mereka ingin kemerdekaan republik Indonesia yang masih seumur jagung dikala itu tetap terjaga, dan keberadaan Indonesia sebagai negara merdeka diakui oleh masyarakat dunia.
Saat era revolusi di awal tahun 1945 an terciptalah sebuah koalisi yang terbilang unik. Koalisi ini bertujuan menjaga keberlangsungan kemerdekaan Republik Indonesia dengan berlandas pada kekuatan fisik dan kekuatan rohani (agama). Mereka yang tergabung dalam koalisi ini adalah para jawara dan para kiai yang memiliki ratusan dan bahkan ribuan pengikut yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya di Jawa.
Terciptanya koalisi ini telah berhasil membuat tentara Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia ketar-ketir. Sebab, pihak Belanda tidak tahu siapa yang menjadi musuhnya dan kapan mereka akan diserang. Para pengikut Jawara atau santri dari para Kyai yang menentang keinginan Belanda untuk menjajah Indonesia lagi itu, jika dilihat sekilas tidak ubahnya masyarakat biasa yang menurut pandangan Belanda sama sekali tidak berbahaya.
Namun, dalam waktu sekejap mereka yang dianggap tidak berbahaya itu bisa menjelma menjadi sosok yang membahayakan dan tidak jarang mereka mampu membinasakan sejumlah tentara Belanda, dengan cara yang tidak terduga. Biasanya mereka keris atau golok yang diselempitkan di dalam bajunya dan juga seringkali mereka menggunakan tangan kosong.
Yang paling membuat gentar adalah keberadaan orang-orang yang mampu membinasakan tenatra Belanda hanya dengan sekali pukul. Padahal jika menurut akal sehat peristiwa seperti ini tidak mungkin terjadi. Mengingat para tentara Belanda adalah orang-orang terpilih yang telah menjalani serangkaian latihan militer berat. Akan tetapi yang terjadi di masa itu sungguh di luar nalar. Orang-orang pribumi yang bertubuh kurus ceking, ibarat hanya tulang berbalut kulit mampu mengalahkan tentara Belanda yang gagah, tinggi, besar hanya dengan sekali pukulan.
Seringnya terdengar kabar semacam itu, lama-kelamaan membuat Belanda percaya bahwa orang yang berbadan kurus-ceking ini memiliki semacam jimat dan mantra-mantra sakti. Sebagai orang barat tentu tidak mudah bagi pihak Belanda untuk meyakini hal semacam ini. Namun dengan melihat situasi yang ada di lapangan saat itu, mau tidak mauBelanda harus mengakui bahwa selain semangat untuk mempertahankan kemerdekaan, keberadaan jimat dan mantra-mantra sakti juga merupakan suatu hal yang harus ditakuti dari semua lapisan masyarakat Indonesia yang menentang upaya penjajahan yang hendak dilakukan oleh Belanda lagi.
Walau masih berada dalam ranah abu-abu, yakni antara kenyataan dan mitos, keberadaan jimat dan mantra-mantra yang digunakan oleh barisan rakyat selama revolusi fisik telah memiliki sejarahnya sendiri. Untuk membuktikan benar atau tidak bahwa jimat dan mantra telah memberi sumbangsih tercapainya dan terjaganya kemerdekaan Indonesia hingga saat ini masih sulit untuk dibuktikan karena keduanya berada dalam ranah mistik dan spiritualisme.
Barisan rakyat yang menggunakan jimat dan mantra sakti ini apabila ditelusuri lebih jauh akan didapat bahwa mereka berasal dari dua golongan, yakni golongan santri dan golongan jawara (yang pro republik). Pada masa itu santri tidak hanya diajarkan ilmu-ilmu agama tetapi juga diajarkan ilmu-ilmu beladiri yang kelak diharapkan dapat dipergunakan untuk berjihad melawan kesewenang-wenangan yang dilakukan Belanda. Sebaliknya para Jawara di masa itu juga tidak hanya diajarkan jurus-jurus sakti tetapi juga diajari ilmu agama yang cukup mumpuni.
Salah satu tokoh sentral yang banyak menyita perhatian di masa itu adalah H. Darip. Seperti yang ditulis Robert Cribb dalam buku Para Jago dan Kaum Revolusioner Jakarta 1945 -1949. terbitan Masup Jakarta, 2010, menyebut Muhammad Arif alias H Darip sebagai pentolan gerombolan di Klender yang memainkan peran utama dalam revolusi 1945 di Jakarta. Cribb juga menggolongkan Darip sebagai bandit nasionalis yang berperan signifikan dalam perjuangan revolusi sosial ketimbang sebagai oportunis seperti yang banyak dilakukan para bandit lainnya.
“Ia berhasil memadukan kriminalitas dan patriotisme, yakni hanya dengan menjarah orang-orang yang berkulit terlalu terang (Cina, Eurasia dan Eropa) atau terlalu gelap (Ambon dan Timor), tulis Cribb di halaman 68.
Berbeda dengan para kiai atau ulama lain yang mengelola pesantren, Haji Darip tidak. Hal itu menurut Ahmad Fadli H.S. Penulis buku ulama Betawi, 2011. Karena Darip harus berpindah-pindah bersama para pengikutnya dalam bersiasat menghadapi Belanda.
Pada saat terjadi revolusi fisik melawan Jepang dan Belanda. Darip bersama para sahabatnya, Haji Hasbullah, membentuk Bara (Barisan Rakyat). Mereka terlibat dalam pertempuran di beberapa front di Kota Jakarta. Saat Belanda menyerbu Klender, Darip dan pasukannya hijrah ke beberapa tempat, seperti Tambun, Cikarang, Lemah Abang, Bekasi, Cikampek, Karawang hingga ke Purwakarta dan membentuk BPRI (Barisan Pejuang Rakyat Indonesia) Jakarta Raya. Dari tempat persembunyiannya dengan pangkat letnan kolonel tituler ia bermarkas di Purwakarta dan menyusun strategi melawan NICA Belanda.
Menurut Cribb, saat menghadapi tentara Belanda, yang mendompleng sekutu pada Maret 1946, Haji Darip membagikan bambu runcing berkekuatan magis kepada para pengikutnya. Pada 1948, anak buahnya ada yang berkhianat sehingga Darip disergap Belanda di hutan jati daerah Sadang, Purwakarta, bukan di Cirebon seperti ditulis Munawir Aziz dalam bukunya. Darip dijebloskan ke penjara di Glodok dan bebas pada akhir 1949.
Menurut Cribb, sebagai jawara asal Klender, Darip pernah bekerja sama dengan Kiai Noer Ali, yang menguasai kawasan rawa-rawa utara Bekasi. Haji Darip adalah sekutu yang menguntungkan karena telah menerima kiriman senjata dari pemimpin revolusi fisik di Jawa Timur, Dr Mustopo, sebagai kontribusi terhadap perjuangan di Jakarta.
Noer Ali, yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai pahlawan Nasional pada 2006, orang tuanya berasal dari Klender. Menurut sejarawan Bekasi, AliAnwar selain mendirikan pondok Pesantren At-Taqwa di Bekasi, pada masa revolusi Noer Ali bersama Jendral Oerip Soemoharjo terlibat dalam pembentukan laskar Hizbullah Sabilillah Jakarta Raya. Dia juga memimpin pertempuran melawan Belanda di Pondok Ungu, Bekasi, pada 29 September 1945.
Saat kembali datang dengan mendompleng tentara sekutu, Noer Ali tampil memimpin gerilya laskar rakyat Bekasi Hizbullah di Karawang dan Bekasi. 1947 – 1948 Kiai Noer Ali juga yang memprovokasi Belanda dengan mengerahkan rakyat untuk mengibarkan bendera merah putih di Rawa Gede. Belanda marah dan membantai ratusan warga setempat, tapi akibatnya dunia marah pada Belanda.
Kisah-kisah kesaktian Pejuang
Berpuluh-puluh tahun silam, ketika republik ini baru saja berdiri. Tentara Belanda yang membonceng tentara sekutu berupaya menancapkan lagi kukunya di Indonesia, melihat upaya yang dilakukan pihak Belanda ini, segenap lapisan rakyat yang terpanggil dengan segera turun ke medan laga untuk turut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Meski mereka sadar persenjataan yang dimiliki kalah modern dengan persenjataan milik pihak Belanda. Namun hal ini tidaklah menjadi kendala. Dengan bersenjatakan bambu runcing dan berbagai pusaka peninggalan leluhur seperti keris, kelewang, tombak dan pedang, mereka siap mempertaruhkan jiwa dan raga agar kemerdekaan Indonesia tetap terjaga.
Kesadaran akan ‘kalah’ dalam segi persenjataan ini juga membuat para pejuang kemerdekaan menempuh lelaku khusus untuk mendapat kesaktian. Diantaranya adalah dengan berguru kepada orang pintar, memakai rajah yang dibuat para Kiai sepuh dan bertirakat di tempat khusus agar kesaktian bisa menyatu dengan raganya. Tentang laku yang dilakukan oleh para pejuang ini kebanyakan hidup dalam cerita tutur dan kesaksian langsung dari para pelakunya. beberapa kisahnya adalah sebagai berikut.
Dalam suatu malam, lebih dari separuh abad yang lalu, di sebuah daerah di Cianjur Atjep Abidin (90), dengan kondisi setengah telanjang, duduk bersila di atas batu besar yang letaknya tidak begitu jauh dari air terjun. Sementara itu, tidak jauh dari tempat duduknya, seorang lelaki yang usianya nampak lebih sepuh darinya nampak sedang komat-kamit, merapalinya dengan sebuah mantra yang diucapkan dengan menggunakan bahasa sunda lama. lelaki yang tengah merapalinya dengan mantra itu adalah gurunya. Saat itu, sesekali sang guru yang dikenal sebagai jawara pilih tanding di daerah itu menyirami tubuhnya dengan air bunga tujuh rupa.
Malam itu ia tengah dirapal dengan ajian halimunan. Tujuannya adalah agar tubuhnya tidak terlihat saat bertempur melawan Belanda. Usai menjalani ritual di tempat itu Atjep lantas pulang ke kampungnya di Pasawahan, bergabung dengan kawan-kawannya di kelaskaran.
Dua hari kemudian, sang guru yang disebutnya bernama Bisri datang dan mengajaknya untuk sebuah tugas rahasia mengawasi pergerakan militer Belanda dari arah Nyalindung, Sukabumi, saat itu sore baru saja menjelang, saat mereka berjalan di pematang ladang, tiba-tiba serentetan bren gun menyalak. Tanpa ada komando, Atjep dan Bisri pun melepaskan jurus langkah seribu. Seolah tak mau kehilangan mangsa, serdadu-serdadu Belanda itu pun mengejar. Sambil berteriak, mereka (para Belanda) melepaskan peluru secara membabi buta. Tembakan membabi buta itu diarahkan kepada para pribumi yang ditemuinya.
Saat nafasnya habis, ketika sampai di sebuah kebun, Bisri yang merupakan guru dari Atjep memberi perintah agar Atjep menghentikan langkah. Sang guru berbisik memerintahkan agar Atjep untuk merapalkan jangjawokan yang tempo hari ia “transfer” kepada lelaki berwajah keras tersebut. “Jangan panik, setelah selesai kamu cepat berlindung di balik pohon apapun” Perintah Bisri. Atjep mengangguk.
Posmo
Punya masalah hidup yang tak kunjung selesai? Temukan solusinya bersama Spiritualis Kondang Pangeran Sukma Jati (Ki Sukma – Sobat Mistis Trans 7)
PRAKTEK DI 3 KOTA
Jakarta
Jl. Mampang Prapatan Raya, Jakarta Selatan
Gedung Graha Krama Yudha
Untuk pendaftaran silahkan buat appointment (janji) via nomor Hp di bawah ini.
Jam praktek: Pk. 09.00 s.d 17.00 WIB
Bandung (Pusat)
Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jl. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 09.00 s.d 17.00 WIB
Untuk pendaftaran silahkan buat appointment (janji) via nomor Hp di bawah ini.
Banten
Jl. Ki Mudakkir, Link. Cigading, Cilegon – Banten.
Untuk pendaftaran silahkan buat appointment (janji) via nomor Hp di bawah ini.
Tlp/ Hp. 081296609372 (WhatssApp dan Telegram) dan 081910095431 (WhatsApp)
Tags: Bandung, Banten, barat, Cimahi, dennycagur, era, fisik, Horor, inti, Jati, jawara, Kiai, kisukma, koalisi, Komedi, Konsultasi, meditasi, orangpintar, padepokan, Pangeran, Paranormal, pkisah, Placesetan, revolusi, semedi, semesta, sobatmistis, Spiritual, Sukma, Supranatural, trans7
Diposting oleh Ki Sukma
Pangeran Sukma Jati Azmatkhan atau yang biasa dipanggil Ki Sukma adalah Pendiri sekaligus Guru Besar Padepokan Inti Semesta yang berlokasi di Bandung. Padepokan tersebut mengajarkan Ilmu Hikmah Spiritual dan Pencak Silat & Debus aliran Banten.
Kisah Koalisi Jawara – Kiai di Era Revolusi Fisik
Sunan Kudus adalah salah satu penyebar agama Islam di Indonesia yang tergabung dalam walisongo, yang lahir sekitar 1500an Masehi. Nama... selengkapnya
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Praesent consectetur purus sed risus molestie porta. Integer leo diam, pretium auctor... selengkapnya
Saat ini, ada banyak sekali produk body scrub yang beredar di pasaran. Salah satu yang paling banyak digemari adalah body... selengkapnya
Bagi Guru Besar Padepokan Inti Semesta, yaitu Ki Pangeran Sukma Jati telah memilih ajaran suci kundalini untuk membahagiakan ummat manusia,... selengkapnya
Peluang AHY di Pilpres 2019 AHY Berpeluang Besar Menjadi Pemimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) digadang-gadang bakal menjadi calon presiden atau... selengkapnya
Prediksi Ekses Badai Dahsyat Hantam Daratan Amerika Wilayah Indonesia Bisa Terdampak Ekor Badai Badai besar seperti yang berturut-turut melanda beberapa... selengkapnya
Warga Bondowoso kembali dibikin geger dengan ditemukannya kembali sebuah benda prasejarah di wilayah mereka. Pasalnya tidak banyak literatur sejarah dalam... selengkapnya
Inilah kisah-kisah orang terdahulu dalam usahanya dalam mencari rezeki untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, yakni dengan cara bekerja. Dan bekerja itu... selengkapnya
Banya orang tua rawan mengalami masalah sendi semacam arthritis dan sebagainya. Dan salah satu manfaat hebat jahe adalah mampu meredakan... selengkapnya
Pacitan, ya kota paling ujung barat daya Jawa Timur yang dikenal sebagai tanah kelahiran Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono ini... selengkapnya
Khusus untuk Wibawa, kharisma, Sima, Gertakan Macan, Naik Jabatan, Jaga Diri, Jaga Rumah, Kekebalan Tubuh, Meningkatkan Bobot Pukulan, Jika ada… selengkapnya
Rp 1.600.000Kehidupan memiliki misteri, ada hal-hal yang berada di luar logika. tidak selamanya pikiran manusia mampu memahami makna dari suatu peristiwa…. selengkapnya
Rp 1.000.000Bagi Anda yang Ingin mengetahui, menekuni dan mengeksplorasi Dunia Lain, Alam Astral dan Keajaiban Dunia Bawah Sadar. Ikuti Gemblengan Ilmu… selengkapnya
Rp 3.000.000Minyak Hikmah Stanbul 1144 adalah minyak hikmah hasil Riyadhoh (Ritual) bathin dengan ilmu Hikmah Tingkat Tinggi. Berisi 1144 Khodam Panglima… selengkapnya
Rp 900.000Cemeti Ali merupakan sebuah piranti perisai diri yang sangat kuat dalam memberikan perlindungan mutlak lahir batin bagi pemiliknya. Secara alami… selengkapnya
Rp 1.000.000Minyak Pelet Ampuh Mani Gajah Khusus Anda yang ingin memiliki kekasih/ pacar/ ingin segera Menikah. sekian lama PDKT sama seseorang… selengkapnya
Rp 1.000.000Azimat Kebal Keris Kyai Abang sebagai sarana untuk keselamatan lahir dan bathin. Azimat ini merupakan Azimat yang sudah langka dan… selengkapnya
Rp 1.500.000Mustika Gelang Harimau adalah mustika hasil riyadhoh ilmu hikmah tingkat tinggi. Secara alami memiliki energi ghaib yang kuat, ditambah dengan… selengkapnya
Rp 4.000.000Aura adalah Radiasi Warna Halus pada tubuh manusia (Istilah lain: Medan Elektromagnetik/ Bio Energetic) yang tampak berupa Cahaya. Aura berada… selengkapnya
Rp 1.500.000Baju Seragam untuk Anggota Padepokan Inti Semesta Sebuah Simbol persaudaraan dan keanggotaan resmi di Padepokan Inti Semesta, silahkan Miliki Seragam… selengkapnya
Rp 200.000








Saat ini belum tersedia komentar.