● online
Padepokan Inti Semesta Jasa Spiritual Terbaik & Terpercaya
Kartini: Dari Kegelapan Menuju Cahaya
Dalam Al-quran Surat Al-Baqarah ayat 257, Kartini menemukan kata-kata yang amat menyentuh nuraninya: orang-orang yang beriman dibimbing Allah dari gelap menuju cahaya (Minadzdzulumaati Ilaan Nuur). Kenapa kita tidak pernah mengetahuinya?
Tampaknya, tinta sejarah belum lagi kering menulis namanya. Namun, wanita-wanita negerinya sudah terbata-bata membaca cita-citanya. Beberapa tahun yang lalu namanya kembali mencuat ke permukaan setelah seorang sejarawan Indonesia mempermasalahkan gelar kepahlawanannya. Lepas dari kaitan itu kita tak perlu mempermasalahkan dia benar atau salah atau pantaskah ia mendapat gelar pahlawan atau tidak. Yang pasti sejarah harus diungkapkan baik dan buruknya. Terserah kepada pendengar sejarah untuk menilai dan berinterpretasi terhadap sejarah tersebut. Kartini tidak dapat diartikan lain kecuali sesuai dengan apa yang tersirat dalam kumpulan suratnya; “Door Duister Nis Tot Licht”, yang terlanjur diartikan oleh Armyn Pane sebagai, “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Sedangkan Prof. Dr. Haryati Soebadio, mantan Dirjen Kebudayaan Depdikbud, yang notabene cucu RA Kartini mengartikannya sebagai, “Dari Gelap Menuju Cahaya” yang kalau kita lihat dalam Al-quran akan tertulis sebagai, “Minadzdzulumaati Ilann Nuur” . Ini merupakan inti ajaran Islam yang membawa manusia dari kegelapan menuju cahaya (iman).
Kartini ada dalam proses kegelapan menuju cahaya, tetapi cahaya itu belum sempurna menyinari karena terhalang oleh usaha westernisasi. Kartini yang dikukung oleh adat dan dituntun oleh Barat telah mencoba meretas jalan menuju ke tempat yang terang. Dan, apakah yang kita lakukan kini merupakan langkah-langkah maju ataukah surut ke belakang? Ibu, sekolah bagi anaknyaberapa banyak dewasa ini jabatan dan kedudukan penting yang pada mulanya dipegang oleh kaum pria kini dipegang oleh kaum wanita. Berapa banyak pula jumlah pekerjaan yang dimasuki oleh kaum wanita sehingga banyak kaum pria yang harus kehilangan pekerjaannya. Seorang wanita sekalipun tidak bekerja, maka ia tidak akan kehilangan nafkahnya, karena ia hidup dari tanggungan hidup suaminya. Tapi apa artinya jika seorang pria kehilangan pekerjaannya? Maka mulut yang ada di belakangnya, yaitu mulut isteri dan anak-anaknya akan tetap menganga menanti kehadirannya, mengharapkan sesuatu yang dibawanya. Apa jadinya negeri ini jika kaum prianya menganggur? Kalau bukan petaka, tentu paling tidak negeri ini menjadi “Lembah Amazone”. Padahal wanita lebih diperlukan sebagai “sekolah” bagi anak-anaknya. Dan, bukan sebagai kuda beban atau ayam-ayam pengais yang tertatih-tatih dan tersruruk-suruk menanggalkan pribadinya yang asli. Kartini tidak pernah mengimpikan wanita-wanita sesudah generasinya menjadi bebas tanpa kendali atau merebut hak lelaki sehingga mengingkari fitrahnya.
Surat kepada Stella (tertanggal 18 Agustus 1899). “Sesungguhnya adat sopan santun kami orang Jawa amatlah rumit. Adikku harus merangkak, bila hendak berlalu di hadapanku. Kalau adikku duduk di kursi, saat aku lalu, haruslah ia turun duduk di tanah dengan menundukkan kepala sampai aku tak terlihat lagi. Mereka hanya boleh menegurku dengan bahasa kromo inggil. Tiap kalimat haruslah diakhiri dengan “sembah”. Berdiri bulu kuduk, bila kita berada dalam lingkungan keluarga Bumiputera yang ningrat. Bercakap-cakap dengan orang lain yang lebih tinggi derajatnya haruslah perlahan-lahan, jalannya langkah-langkah pendek-pendek, gerakannya lambat-lambat seperti siput. Bila berjalan cepat dicaci orang, disebut sebagai kuda liar. Peduli apa aku dengan segala tata cara itu. Segala peraturan itu buatan manusia dan menyiksa diriku saja. Kamu tidak dapat membayangkan bagaimana rumitnya etiket keningratan di dunia Jawa itu.
Tapi sekarang mulai dengan aku, antara kami (Kartini, Roekmini, dan Kardinah) tidak ada tatacara itu lagi. Perasaan kami sendirilah yang akan menunjukkan atau menentukan sampai batas mana cara Liberal itu boleh dijalankan. Bagi Saya hanya ada dua macam keningratan. Keningratan pikiran (fikroh) dan keningratan budi (ahlak). Tidak ada manusia yang lebih gila dan bodoh menurut persepsi saya daripada melihat orang membanggakan asal keturunannya. Apakah berarti sudah beramal sholeh orang yang bergelar macam Graaf atau Baron? Tidaklah dapat dimengerti oleh pikiranku yang picik ini”.
Siapa dia dan mau apa? Kita buka kembali beberapa cuplikan surat Kartini yang sedikit membuka siapa dan mau apa ia. “Orang kebanyakan meniru kebiasaan orang baik-baik, orang baik-baik itu meniru perbuatan orang yang lebih tinggi pula, dialah orang Eropa” (Kepada Stella, 25 Mei 1899).
“Aku mau meneruskan pendidikan ke Holland, karena Holland akan menyiapkan aku lebih baik untuk tugas besar yang telah aku pilih”. (Kepada Ny Ovinksoer, 1900). “Sekarang Kami merasakan badan kami lebih kokoh, segala sesuatu tampak lain sekarang. Sudah lama cahaya itu tumbuh dalam hati kami. Kami belum tahu waktu itu dan Ny. Van Kol yang menyibak tabir yang tergantung di hadapan kami. Kami sangat berterimakasih kepadanya, “(Kepada Ny. Ovinksoer, 12 Juli 1902).
“Ny Van Koel banyak bercerita kepada kami tentang Yesus yang Tuan muliakan itu, tentang Rasul-Rrasul Petrus dan Paulus, dan Kami senang mendengar itu semua,” (Kepada Dr Adriani, 5 Juli 1902). “Malaikat yang baik berterbangan di sekeliling Saya dan Bapak yang ada di langit membantu saya dalam perjuangan saya dengan Bapakku yang ada di dunia ini,” (kepada Ny Ovinksoer, 12 Juli 1902). Itulah beberapa surat kartini layangkan kepada orang-orang yang menjadi “sahabat”nya, dan yang berkiblat kepada Kristen atau yang berusaha menggiringnya ke arah pemikiran Barat.
Perubahan Besar Kartini
Setelah mengikuti pengajian KH. Sholeh Darat, terjadilah perubahan besar dalam diri Kartini. Kini ia mulai memahami Islam. Coba simak beberapa suratnya lagi: “Sudah lewat masanya, tadinya mengira bahwa masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yang paling baik tiada taranya, maafkan Kami, tetapi apakah Ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa dibalik hal yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal yang sama sekali tidak patut dinamakan peradaban? (Kepada Ny Abendanon, 27 Oktober 1902). “Bagaimana pendapatmu tentang Zending, jika bermaksud berbuat baik kepada rakyat Jawa semata-mata atas dasar cinta kasih, bukan dalam rangka Kristenisasi… bagi orang Islam, melepaskan kepercayaannya sendiri dan memeluk agama lain merupakan dosa yang sebesar-besarnya.. Pendek kata, boleh melakukan zending, tetapi janganlah mengkristenkan orang lain. Mungkinkah itu dilakukan? “(kepada E.C. Abendanon, 31 Januari 1903).
Memang kumpulan surat-surat Kartini bukanlah kitab suci. Tapi kalau kita telaah kembali maka akan nampaklah apa cita-citanya yang luhur. Sayang, itu semua sudah mengalami banyak deviasi sejak diluncurkan dahulu, setelah berlalu tiga generasi konsep Kartini tentang emansipasi semakin hari semakin jauh meninggalkan makna pencetusnya. Sekarang dengan mengatasnanamakan Kartini para feminis justeru berjalan di bawah bayang-bayang alam pemikiran Barat. Suatu hal yang malah ditentang oleh Kartini.
Posmo
Punya masalah hidup yang tak kunjung selesai? Temukan solusinya bersama Spiritualis Kondang Pangeran Sukma Jati (Ki Sukma – Sobat Mistis Trans 7)
PRAKTEK DI 3 KOTA
Jakarta
Jl. Mampang Prapatan Raya, Jakarta Selatan
Gedung Graha Krama Yudha
Untuk pendaftaran silahkan buat appointment (janji) via nomor Hp di bawah ini.
Jam praktek: Pk. 09.00 s.d 17.00 WIB
Bandung (Pusat)
Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jl. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 09.00 s.d 17.00 WIB
Untuk pendaftaran silahkan buat appointment (janji) via nomor Hp di bawah ini.
Banten
Jl. Ki Mudakkir, Link. Cigading, Cilegon – Banten.
Untuk pendaftaran silahkan buat appointment (janji) via nomor Hp di bawah ini.
Tlp/ Hp. 081296609372 (WhatssApp dan Telegram) dan 081910095431 (WhatsApp)
Tags: artikel, Bandung, Banten, bertapa, cahaya, Cilegon, Cimahi, dari, dennycagur, eyang, Gaib, Hikmah, Ibu, ilmu, inti, Jakarta, Jati, kartini, kegelapan, khodammacan, kisukma, kita, lawanjenis, macanputih, mandraguna, manigajah, meditasi, menuju, padepokan, Pangeran, Paranormal, pelet, pengasihan, pengetahuan, Placesetan, praktek, sakti, sapujagat, Sejarah, semarmesem, semedi, semesta, sesamajenis, Spiritual, Sukma, Supranatural
Diposting oleh Ki Sukma
Pangeran Sukma Jati Azmatkhan atau yang biasa dipanggil Ki Sukma adalah Pendiri sekaligus Guru Besar Padepokan Inti Semesta yang berlokasi di Bandung. Padepokan tersebut mengajarkan Ilmu Hikmah Spiritual dan Pencak Silat & Debus aliran Banten.
Kartini: Dari Kegelapan Menuju Cahaya
Kini pemikiran-pemikirannya yang tertuang dalam kitabnya, banyak dipelajari oleh ilmuwan di berbagai negara dunia. Beliau adalah Abu Ali Al-Hussain Ibn... selengkapnya
Delima dan Pepaya; Buah Sehat Naikkan Trombosit Demam berdarah adalah penyakit yang bisa membuat penderitanya mengalami demam selama lebih dari... selengkapnya
Menakar Keistimewaan Keris Umyang Jimbe Dahulu untuk Perang, Kini datangkan Rezeki Keris Umyang Jimbe ini dibuat oleh Mpu Supo dengan... selengkapnya
Menurut sifatnya, rohani berasal dari kata roh, yaitu yang menjadikan segala sesuatu itu hidup. Hidupnya Roh Rohani karena mendapat sawab... selengkapnya
Telisik Metafisika Polemik Gumuk Pasir di Bantul Tengara Daya Gaib Keraton Sirna Penggusuran yang dilakukan Pemerintah Daerah Di Yogyakarta dan... selengkapnya
Ilmu pengobatan tradisional Cina percaya kalau kacang hijau bisa melepaskan panas dan racun dari dalam tubuh. Karena itulah, sari kacang... selengkapnya
9 JENIS ROH MANUSIA Menurut ilmu batin pada diri manusia terdapat sembilan jenis Roh. Masing-masing roh mempunyai fungsi sendiri-sendiri. Ke... selengkapnya
Juli 2018 Gathering dan Halal Bi Halal 08 Juli 2018 Tempat:Padepokan Inti Semesta – Bandung Agustus September Oktober November... selengkapnya
Peringatan Hari Penyobekan Bendera di Hotel Yamato, Surabaya Awal Kebangkitan Arek Suroboyo Tanggal 19 September 1945 bagi warga Kota Surabaya,... selengkapnya
Dengan mengutip ajaran Kanjeng Nabi Muhammad dan gurunya Al-Ghazali menyimpulkan bahwa kehidupan kita ini sesungguhnya hanya terdiri dari tiga tarikan... selengkapnya
Cemeti Ali merupakan sebuah piranti perisai diri yang sangat kuat dalam memberikan perlindungan mutlak lahir batin bagi pemiliknya. Secara alami… selengkapnya
Rp 1.000.000Mustika Ilmu Laduni adalah mustika hasil ritual dan riyadoh dengan lmu hikmah tingkat tinggi khususnya ilmu laduni. Mustika ini secara… selengkapnya
Rp 1.000.000Penyepuh Azimat dan Pusaka adalah Solusi untuk perawatan Azimat, Pusaka dan Ilmu kesayangan Anda. Bila Azimat, pusaka dan Ilmu yang… selengkapnya
Rp 1.000.000Mustika Selendang Mayang adalah Mustika yang sudah langka dan jarang ditemui. Mustika ini masyhur karena khasiatnya yang sangat ampuh dalam… selengkapnya
Rp 1.000.000Gemblengan Tenaga Dalam Karomah Asmaul Husna (Level 1,2,3-Guru) Tenaga Dalam Karomah Asmaul Husna adalah Tenaga Dalam yang bersumber dari dalam… selengkapnya
Rp 2.500.000Semar Kuning merupakan Ilmu Pelet dan Pengasihan Tingat Tinggi Kuno dan Hampir Punah. Dikenal sejak dahulu kala, di dalam mitologi… selengkapnya
Rp 2.500.000Azimat Pembungkeman adalah Azimat untuk memBUNGKAM seseorang agar terDIAM , MemBISU , LUPA dan ter”BUTA “kan. Cara kerja azimat ini… selengkapnya
Rp 2.500.000Ilmu Pemusnah Sihir dan Santet adalah Ilmu yang berfungsi untuk menghancurkan dan mengobati sihir, santet, teluh, guna-guna baik yang baru… selengkapnya
Rp 2.500.000Paket Gemblengan Keilmuan Praktisi 1 adalah paket keilmuan berisi 3 ilmu unggulan yang sudah teruji keberhasilan dan manfaatnya. Paket ini… selengkapnya
Rp 5.000.000Ilmu Pelet Kuno Ampuh Tradisi Turun Temurun Ilmu Pelet Si Leugeut Teureup, merupakan ilmu Pelet Kuno yang tergolong Ilmu Pelet… selengkapnya
Rp 2.500.000








Saat ini belum tersedia komentar.