● online
Padepokan Inti Semesta Jasa Spiritual Terbaik & Terpercaya
Kerajaan Islam Perlak dan Sultan Alaidin
Salah satu sejarah Aceh adalah kerajaan Peureulak (Perlak). Rajanyayang terkenal adalah Alaidiin Maulana Sayed Abdul Aziz Syah. Kesultanan Peureulak merupakan kerajaan Islam pertama di nusantara, bahkan di Asia Tenggara. Kerajaan ini berkuasa pada tahun 840 M – 1292 M. Kini daerah tersebut masuk dalam wilayah Aceh Timur Provinsi Aceh.
Kerajaan Peureulak adalah kerajaan yang telah mempunyai Tamddun atau kebudayaan yang tinggi seperti adanya angakatan perang kerajaan, hubungan diplomatic luar negeri, kemakmuran ekonomi dan adanya pusat ilmu pengetahuan, yaitu Dayah atau Zawiyah Cot Kala.
Kemudian dunia Internasional mendukung Peureulak sebagai daerah pertama masuknya Islam ke Asia Tenggara, yang diwacanakan dalam bentuk pembangunan Monumen Islam Asia Tenggara (Monisa). Setelah kerajaan Peureulak mengalami kemunduran, maka pada awal abad ke-13, diujung Sumatera berdiri kerajaan Islam baru bernama Samudera Pasai, pimpinannya adalah Sulthan Malikus Saleh.
Dengan berdirinya kerajaan baru bernama Samudera Pasai di bawah Pimpinan Sulthan Malikus Saleh, Kerajaan Samudera Pasai sering disebut dengan Madinah. Sementara orang-orang menyebut Kerajaan Peureulak adalah Mekkah, tempat berdirinya Islam pertama.
Sulthan Alaidin
Sulthan pertama Peureulak adalah Sulthan Alaidin Sayed Maulana Abdul Aziz Syah, sebelum negeri Peureulak sudah memiliki pemimpin yang merupakan keturunan dari MeurahPerlak SYahir Nuwi atau Maharaja Pho He La. Pada tahun 800 Masehi, datanglah sebuah kapal dagang yang mengangkut rombongan berjumlah seratus saudagar Muslim Arab Quraisy, Persia dan India yang dipimpin oleh Nahkoda Khilafah. Mereka membarter kain, minyak atar dan perhiasan dengan rempah-rempah. R”ombongan misi Islam yang dipimpin Nahkoda Khilafah semuanya orang-orang Syiah.” tulis Sejarawan A. Hasjmy dalam Syiah dan Ahlussunah .
Sejak itu, mereka kerap datang ke Bandar Perlak sehingga banyak orang Perlak masuk Islam, termasuk Meurah (Maharaja) Perlak dan keluarganya. Selanjutnya salah satu anak uah Nahkoda Khilafah Ali bin Muhammad bin Jafar Shadiq dinikahkan dengan Maqdum Tansyuri, adik Syahir Nuwi. Dari pernikahannya lahir Sulthan Alaidin Sayed Maulana Abdul Aziz Syah, Sulthan pertama kerajaan Perlak.
Sulthan kemudian mengubah ibukota kerajaan yang semula bernama Bandar Perlak menjadi Bandar Khilafah, sebagai penghargaan kepada Nahkoda khalifah, Pada tahun 840 Masehi diproklamasikan kerajaan Perlak yang beribukota Bandar Khalifah. Saat ini letaknya sekitar 6 Kilo Meter dari kota Perlak. Kerajaan Islam yang pertama berdiri di Nusantara yaitu kerajaan Perlak, bisa dinamakan Daulah Syi’iyah (Kerajaan Syiah).
Selanjutnya terus menerus generasi Dinasti Sayed Maulana Abdul Aziz Syah memerintah kerajaan Peureulak hingga abad 13.Sulthan Alaidin Sayed Maulana Abdul Aziz Syah dan isterinya Puteri Meurah Mahdum Khudawi keduanya berkuasa sejak 1 Muharram 225 Hijriyah atau tahun 840 Masehi.
Kemudian pada tahun 956 Masehi / 362 Hijriyah, terjadi ketegangan politik antara golongan Sunni dan golongan Syiah. Kerajaan Perlak pecah menjadi dua kerajaan, yang pertama adalah kerajaan Perlak Pesisir (Syiah-Red) yang dipimpin oleh Sulthan Alaidin Sayed Maulana Abdul Aziz Syah (986 – 1023) Masehi.
Kemudian pada tahun 988 Masehi, kerajaan Budha Sri Wijaya menyerang kerajaan Puerlak. Dalam pertempuran tersebut Sulthan Alaidin Sayed Maulana Abdul Aziz Syah meninggal dunia. Hikmah dibalik serangan kerajaan Budha Sriwijaya tersebut, Peureulak bersatu kembali dibawah pimpinan Sulthan Makhdum Alaiddin Malki Ibrahim Syah Johan Berdaulat. Dan peperangan melawan kerajaan Budha Sriwijaya berlanjut hingga tahun 1006 Masehi.
Pada tahun 1006 Masehi, peperangan usai karena Sriwijaya harus perang melawan Kerajaan Medang yang dipimpin Dharmawangsa, karena Sulthan Perlak dipimpin Sultan Perlak pedalaman. Sejak itu Sunni berkuasa dalam waktu yang lama.
Makam Sulthan
Di depan masjid makam Raja dari kerajaan Islam pertama disemayamkan bersama dengan permaisurinya. Sulthan Alaiddin Maulana Sayed Abdul Aziz Syah bersama Puteri Meurah Makhdum Khudawy yang merupakan anak dari Syahir Nuwi.
Makam yang berada dalam pagar berukuran 4×6 meter itu terdapat tulisan pada kepala makam, yaitu Makam Sultan Alaiddin Maulana Sayed Abdul Aziz Syah dan Istri Putri Meurah Mahdum Khudawi Pendiri Kerajaan Islam 1 Asia Tenggara Bandar Khalifah Peureulak, berkuasa Selasa 1 Muharam 225 H – 249 H / 840 M – 684 M, Wafat 249 H/ 684 M.
Makam tersebut bertopangkan empat buah penyangga dari beton dan beratapkan bagai rumah, berwarna kuning serta terdapat sedikit hijau pada ukirannya, dan coklat pada atapnya. Makam tersebut bertaburan batu-batuan di atasnya dan sebuah batu besar sebagai penanda lokasi kepala.
Itulah kisah tentang kerajaan Islam Pertama yag berdiri di Nusantara, yaitu Kerajaan Islam Perlak/Peureulak.
PADEPOKAN INTI SEMESTA
Profile Kami klik di sini
Mau belajar spiritual dan metafisika langsung dengan ahlinya? Ayo gabung bersama Padepokan Inti Semesta Pusat Gemblengan spiritual dan metafisika untuk private dan publik. Dapatkan juga produk-produk spiritual dan supranatural kami di link berikut…
www.padepokanintisemesta.com
Email: pangeransukmajati@yahoo.com
IG: @pangeransukmajati
Youtube: Ki Sukma TV
Office:
Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat.
Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB
Punya masalah hidup yang tak kunjung selesai ?
Temukan solusinya bersama Spiritualis Kondang Pangeran Sukma Jati (Ki Sukma – Sobat Mistis Trans 7)
PRAKTEK DI 3 KOTA
Jakarta
Jl. Mampang Prapatan Raya, Jakarta Selatan
Gedung Graha Krama Yudha
Untuk pendaftaran silahkan buat appointment (janji) via nomor Hp di bawah ini.
Jam praktek: Pk. 09.00 s.d 17.00 WIB
Bandung (Pusat)
Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jl. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 09.00 s.d 17.00 WIB
Untuk pendaftaran silahkan buat appointment (janji) via nomor Hp di bawah ini.
Banten
Jl. Ki Mudakkir, Link. Cigading, Cilegon – Banten.
Untuk pendaftaran silahkan buat appointment (janji) via nomor Hp di bawah ini.
Tlp/ Hp. 081296609372 (WhatssApp dan Telegram) dan 081910095431 (WhatsApp)
Tags: Alaidin, alami, asli, Aura, bandrong, Bandung, Banten, Budaya, Debus, herbal, Hipnoterapi, ilmu, inti, Islam, Jati, kebal, Leluhur, padepokan, Pangeran, pembuka, pengisian, pengobatan, Perlak, positif, Praktisi, Sejara, semesta, Silat, Sukma, sultan, Supranatural, terumbu, Warisan
Diposting oleh Ki Sukma
Pangeran Sukma Jati Azmatkhan atau yang biasa dipanggil Ki Sukma adalah Pendiri sekaligus Guru Besar Padepokan Inti Semesta yang berlokasi di Bandung. Padepokan tersebut mengajarkan Ilmu Hikmah Spiritual dan Pencak Silat & Debus aliran Banten.
Kerajaan Islam Perlak dan Sultan Alaidin
Tips Menghindari Percekcokkan Rumah Tangga Para pembaca POSMO yang telah berumah tangga, baik yang pengantin baru atau pengantin kawak (lama)... selengkapnya
Masker adalah cara yang paling efektif dalam menjaga kesegaran kulit wajahsehingga kita tak harus repot-repot menggunakan berbagai macam kosmetik, yang... selengkapnya
Manfaat Seledri Untuk Kesehatan: Mengobati Hipertensi, Sakit mata, dan Rematik – Pasti kita tahu tanaman seledri, karena tanaman ini sering... selengkapnya
Daun Jati Belanda Bikin Tubuh Ramping Daun jati Belanda sudah lama dikenal untuk melangsingkan tubuh karena mengandung karotenoid dan asam... selengkapnya
Upacara Teteki merupakan satu bentuk upacara tradisonal di Pacitan, dimana masyarakat sekitar Gunung Limo masih menganggap memiliki nilai magis, sehingga... selengkapnya
Kita sering mengucapkan bahwa hidup di dunia hanya sementara. Dunia ini fana (sekedar bersinggah untuk minum), maknanya hidup di dunia... selengkapnya
Pangeran Sukma Jati Praktek Jakarta Jumat – Ahad (10 – 12 Juli 2020) Pelayanan: – Konsultasi Spiritual – Konsultasi Tarot... selengkapnya
Target seorang praktisi Reiki-Ho tingkat pertama adalah dapat melakukan penyaluran Reiki, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Secara... selengkapnya
Kisah Kesaktian Mbah Fanani Terlihat di Mekkah, Hilang Waktu Shalat Mbah Fanani hampir 20 tahun bertapa di jalan Raya Dieng,... selengkapnya
Pisang adalah buah yang sangat familiar bagi kita di Indonesia. Kandungan nutrisi dalam pisang sangat besar dan banyak manfaatnya untuk... selengkapnya
Mustika Gelang Harimau adalah mustika hasil riyadhoh ilmu hikmah tingkat tinggi. Secara alami memiliki energi ghaib yang kuat, ditambah dengan… selengkapnya
Rp 4.000.000ROGRAM KHUSUS PENGISIAN ILMU GHAIB, PELET DAN KESELAMATAN Bagi anda yang tertarik untuk membentengi diri dengan ilmu gaib/ energi keselamatan… selengkapnya
Rp 2.500.000Cemeti Ali merupakan sebuah piranti perisai diri yang sangat kuat dalam memberikan perlindungan mutlak lahir batin bagi pemiliknya. Secara alami… selengkapnya
Rp 1.000.000GARAM KRISTAL PEMANCAR AURA +Pemrograman Energi Shamballa Garam khusus mandi yang diprogram untuk memperbaiki dan memancarkan aura agar bersih dan… selengkapnya
Rp 300.000Susuk Gaib Samber Lilin Susuk Gaib Samber Lilin adalah susuk pengasihan tingkat tinggi karya Pangeran Sukma Jati yang memiliki power… selengkapnya
Rp 2.500.000Minyak Hikmah Stanbul 1144 adalah minyak hikmah hasil Riyadhoh (Ritual) bathin dengan ilmu Hikmah Tingkat Tinggi. Berisi 1144 Khodam Panglima… selengkapnya
Rp 900.000Shamballa Multidimensional Healing Suatu Teknik Penyembuhan Holistik dari Era Atlantis Shamballa Multidimensional Healing (SMH) adalah suatu teknik energi esoteris yang… selengkapnya
Rp 3.000.000Kristal untuk Penyembuhan dan Pemancar Kharisma Melalui program energi dan teknik meditasi Shamballa, Kristal ini diprogram untuk memancarkan energi penyembuhan… selengkapnya
Rp 1.000.000Penyepuh Azimat dan Pusaka adalah Solusi untuk perawatan Azimat, Pusaka dan Ilmu kesayangan Anda. Bila Azimat, pusaka dan Ilmu yang… selengkapnya
Rp 1.000.000Prana Shakti adalah suatu teknik energi yang berakar dari tradisi mistik tibet kuno. Prana Shakti berasal dari kata Prana yang… selengkapnya
Rp 3.500.000








Saat ini belum tersedia komentar.